Satu Demi Satu Rental Komik dan Novel Gulung Tikar. Salah Siapa? - Seorang teman membagikan sebuah
tautan yang mengarah ke sebuah status di facebook. Dia membagikan sembari
berkata, “Wulan Mojokerto nih, lelang buku lama.” Saya hanya berkomentar “wah”.
Bukan karena apa-apa, sebelumnya saya sudah melihat postingan tersebut sekilas,
ternyata lokasinya di Mojokerto. Hanya saja, saya baru tahu ada persewaan novel
dan komik itu. Maklum, lokasinya di Mojokerto kota, lumayan jauh dari rumah.
Ini bukanlah pertama kalinya saya
mengetahui hal semacam ini, persewaan novel dan komik bubar jalan, dijual murah
dan viral di facebook. Mojokerto bukanlah yang pertama dan satu-satunya,
sebelumnya pun ada di Malang dan beberapa kota lain.
Dalam status facebook tersebut,
dikatakan minat baca menurun, sehingga sudah tak ada lagi orang yang menyewa
komik maupun novel. Apakah benar demikian? Karena minat baca menurun? Bukankah
selama ini memang bangsa kita minat baca yang rendah?
Tak hanya masalah mengenai minat
baca yang menurun, melainkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Saya yakin,
orang-orang yang dulunya suka membaca, sampai sekarang pun masih memiliki sifat
tersebut. Salah satu hal yang mempengaruhi persewaan novel dan komik tutup,
bukan sekadar mengenai minat baca pun karena kemajuan teknologi. Kemajuan zaman
yang serba praktis dan “mudah”.
Hal ini terbukti dengan banyaknya
media cetak turut tutup usia dan sebagian beralih ke media online. Tentunya,
alasan utama karena masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di
internet daripada mencari informasi dengan membeli koran maupun majalah.
Ketika mengikuti event yang
diadakan pemerintahan bulan November lalu, agensi yang mengurus kami bercerita
bahwa sejak Pak Jokowi memimpin beliau mengalihkan dana iklan ke Netizen atau
ke media online, yang dulunya di media cetak maupun televisi. Dari sini pun
terlihat, kita lebih condong dan lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di
dunia maya.
Sangat rasional menurut saya. Lihatlah
adik-adik kita yang masih belia, balita-balita, sekarang semua memegang ponsel
pintar. Tentu saja, yang meracuni ya kita-kita sendiri. Kalau mereka lebih
menyukai bermain ponsel pintar daripada buku.
Untuk generasi sekarang, bermain smartphone pun lebih menyenangkan
daripada membeli komik dan novel. Ataupun kalau mereka memang suka membaca,
lebih memilih membaca lewat internet daripada membeli.
Webtoon, Wattpad, merupakan media
yang bisa kita manfaatkan untuk membaca komik dan novel. Tak hanya media itu
saja, bahkan komik seperti Detective Conan, Doraemon, pun bisa diakses lewat
internet bahkan lebih lengkap daripada menyewa komik atau membelinya. Bukan
sekadar minat baca kita yang turun, melainkan kemudahan-kemudahan tersebutlah
yang membuat kita beralih. Lagipula, mengakses internet lebih murah daripada
membeli komik atau menyewanya.
Dahulu, saya selalu meluangkan
waktu dan uang saku saya untuk menyewa komik dan novel di kota saya ini. Berbekal
uang beberapa ribu dan kartu pelajar, saya bisa membawa setumpuk komik dan
novel yang saya habiskan dalam beberapa hari saja.
Salah satu hal yang membuat saya
menyewa komik dan novel adalah karena langkanya toko buku yang menjual komik
dan novel dan tentu saja karena harganya lumayan mahal untuk ukuran anak
sekolahan. Sekarang? Sekarang banyak toko buku online yang bisa diakses
siapapun, bahkan cara pembayarannya pun mudah tanpa harus ke bank dan memiliki
rekening pun bisa.
Zaman SMA untuk membeli komik
atau novel saya harus ke Mojokerto kota terlebih dahulu, itupun tidak lengkap.
Terkadang, Lelaki Melankolis membawa saya ke toko buku loak, membeli beberapa
komik bekas, majalah bekas dan novel bekas. Waktu itu, saya bisa membaca apa
pun meskipun cerita dalam novel kurang bagus. Sekarang, saya lebih selektif
lagi, karena sudah berpenghasilan bisa membeli novel yang diinginkan.
Salah satu hal yang membuat
tempat persewaan komik dan novel tergerus juga karena mungkin koleksi yang
mereka miliki sudah lama dan tidak diperbarui. Mereka yang sudah berlangganan
bertahun-tahun, pasti akan menemukan titik bosan, karena mungkin seluruh koleksi
sudah dibaca.
Tak usah bersedih dengan fenomena
mengenai persewaan komik dan novel ini harus diobral murah, karena sebelumnya
juga ada hal-hal yang tergerus oleh zaman. Seperti wartel yang dulu menjadi
primadona, kini sama sekali tidak ada. Surat yang tergantikan oleh e-mail. Dan masih banyak lagi.
Memang akan selalu ada yang
tergusur dan tersakiti dengan pembaruan, tetapi memang begitulah hidup.
Sejatinya kehidupan adalah sebuah perjalanan, dalam perjalanan akan selalu ada
perubahan. Bergerak. Sampai akhirnya, Sang Maha Kuasa meminta kita untuk kembali
kepada-Nya.
Perbincangan di grup WhatsApp –
dulunya kita bertukar pesan melalui SMS – terus bergulir, teman-teman meminta
saya mengunjungi lokasi persewaan tersebut.
“Komik Detective Conan ya, Lan.”
Saya menjawab,”Tenang, Gaes, aku
nggak ke situ kok.”
Ya, saya sedang tak ingin membeli
buku, buku di rak sudah sesak dan menjerit minta dibaca. Saya tidak mau
menambah beban diri sendiri dengan terus menimbun buku, tanpa membacanya.
Saya merasa berdosa.
Sedih juga sih klo tempat nyewa komik dan novel pada tutup, sering saya lihat di marketplace spt bukalapak atau tokopedia komik2 lama pada dijual sama taman bacaan, padahal sayang banget, saya sbg pecinta komik cari diinternet pun komik2 lama tsb juga ga ada, bahkan di situs manga scan terkenal jg ga ada, seharusnya ada media online juga khususnya dr indonesia yang melihat ini dan menjadikannya situs bacaan komik dan novel lama mjd peluang secara online, ups maaf ya bahasa saya acak2an 😂
ReplyDeleteKalau ada rental novel yang tutup dan menjual koleksinya, saya selalu ingin mengunjungi dan membeli. Namun apa daya, saya juga takut kalap dan menjadikan buku2 itu pajangan saja.
Deleterental dan komik favoritku sekarang juga udah tutup. Sedih deh rasanya, padahal dulu rental buku itu amat membantu mengatasi dahagaku akan buku. Maklum, ada kalanya bapak tidak suka anaknya terlalu sering beli buku. ujung-ujungnya ya ngerental dengan harga terjangkau
ReplyDeleteseandainya rental buku yg di mojokerto itu dekat, udah aku borong mba. jujurnya sampe skr aku lbh suka baca buku fisik. ga prnh tahan baca e-book. aku rutin dan punya budget khusus utk membeli buku, ntah yg bekas ato baru. makanya bbrp IG toko buku bekas aku follow deki bisa beli buku dgn hrg miring :). semuanya itu aku baca, dan aku simpen khusus di pojok buku di rumah :D. jd kayak perpustakaan mini. kalo rental, aku justru ga suka. krn tkut bacanya ga bisa sesuai wktu yg ditentuin. jd mnding beli sendiri :)
ReplyDeleteLokasinya sebelah mana ya mbak? Saya butuh untuk pengerjaan tugas saya
ReplyDeleteLokasinya dimana ya mbak? Saya butuh untuk pengerjaan tugas saya
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete